Badung, Bali (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung menyiapkan posko terpadu berbasis banjar (dusun) dan lingkungan sebagai langkah strategis memperkuat penanganan sampah.

“Sistem ini dirancang untuk mempercepat koordinasi di lapangan sekaligus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran pembuangan sampah sembarangan,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLHK Badung Made Agus Aryawan di Mangupura, Kabupaten Badung, Senin.

Ia mengatakan posko tersebut nantinya akan menjadi pusat koordinasi bagi petugas kebersihan, aparat desa, hingga desa adat dalam menangani pelanggaran di lapangan secara cepat dan terintegrasi.

Menurut dia, posko terpadu itu akan disiapkan di masing-masing banjar dan lingkungan agar ketika ditemukan kasus pembuangan sampah liar petugas memiliki titik koordinasi yang jelas.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan bendesa atau kepala desa adat untuk merumuskan sanksi yang dapat diterapkan kepada masyarakat yang tidak memilah sampah maupun membuang sampah sembarangan.

“Konsep ini terinspirasi dari sistem posko penanganan Covid-19 yang terbukti efektif dan kekuatan lokal Bali seperti banjar dan desa adat menjadi modal utama dalam mendukung keberhasilan program ini,” imbuh dia.

Made Aryawan menjelaskan sebagai bentuk penguatan penegakan aturan, DLHK Badung juga mulai memberlakukan sanksi tindak pidana ringan (tipiring) mulai 3 April 2026.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus menjadi efek jera bagi pelanggar.

“Edukasi tetap kami lakukan, namun perlu dibarengi dengan penegakan hukum agar lebih efektif. Masih ada masyarakat yang belum terbiasa memilah sampah, sehingga penanganan harus dilakukan secara menyeluruh,” kata dia.

Ia menambahkan persoalan sampah kini menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap citra pariwisata Badung dengan berbagai sorotan di media sosial terkait pengelolaan sampah.

“Sebagai daerah yang bertumpu pada sektor pariwisata, kebersihan lingkungan menjadi kunci utama. Jika tidak dijaga dengan baik, tentu wisatawan akan berfikir dua kali untuk berkunjung,” pungkas Agus Aryawan.



Pewarta: Rolandus Nampu/Fikri Yusuf
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026