Badung (ANTARA) - Pemkab Badung memperkuat pelayanan inovasi kesehatan yang cepat, mudah, dan tepat sasaran salah satunya melalui implementasi program Manfaat Tambahan Penjaminan Pelayanan Kesehatan atau Mantap Nak Badung.
“Indikator keberhasilan program ini bukanlah kecanggihan fitur, melainkan dampak nyata yang dirasakan oleh warga,” ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat rapat evaluasi program itu di Mangupura, Rabu.
Program Mantap Nak Badung dirancang sebagai pelengkap layanan Krama Badung Sehat (KBS) dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Inovasi tersebut mengintegrasikan berbagai fitur unggulan seperti homecare, telemedicine, layanan SIGAP, hingga sistem antar-jemput pasien dalam satu ekosistem digital guna meningkatkan efisiensi.
Wayan Adi Arnawa menjelaskan kesenjangan akses layanan publik dalam bidang kesehatan perlu dipangkas terutama bagi masyarakat lapisan bawah.
Selain itu pihaknya juga mendorong penguatan unit layanan bergerak agar tenaga medis dapat menjemput bola hingga ke lingkungan terkecil agar masyarakat bisa dapat mendapatkan penanganan secara cepat.
“Yang terpenting adalah untuk membuktikan bahwa program ini berjalan dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Jangan sampai bagus di atas kertas, tetapi tidak terasa di lapangan,” ungkap dia.
Ia mengungkapkan berdasarkan hasil evaluasi, tingkat pemanfaatan layanan itu saat ini dinilai belum sebanding dengan jumlah penduduk Badung yang mencapai lebih dari 500 ribu jiwa.
“Faktor utamanya adalah sosialisasi yang belum merata. Untuk itu, kami meminta Puskesmas, perbekel, dan perangkat desa bergerak aktif sebagai ujung tombak informasi,” ungkap dia.
Kepala Dinas Kesehatan Badung Made Padma Puspita mengatakan seluruh layanan kesehatan di wilayah itu saat ini telah terintegrasi dalam aplikasi "Badung Sehat".
Melalui platform digital tersebut masyarakat dapat memantau riwayat kesehatan hingga mengakses layanan home care secara mandiri.
“Kedepannya Pemkab Badung juga akan terus mengembangkan layanan respons cepat untuk menjawab kebutuhan warga yang semakin dinamis,” pungkas dia.
Pewarta: Naufal Fikri Yusuf/Rolandus NampuEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026