Denpasar (ANTARA) - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Bali bersama Konsulat Jenderal Australia menegaskan pentingnya partisipasi dan suara perempuan guna mendukung perdamaian dunia.
“Perang ada di mana-mana tapi kami ingin dunia ini damai. Mari suarakan perdamaian,” kata Ketua Tim Penggerak PKK Bali Putri Suastini Koster di sela peringatan Hari Perempuan Internasional di Sanur, Denpasar, Bali, Kamis.
Ia mengaku prihatin dengan kondisi dunia saat ini seperti krisis geopolitik yang membawa pengaruh kepada masyarakat dunia dan memberi dampak lebih besar kepada perempuan dan anak-anak.
Kondisi itu pun membawa tantangan di tengah upaya bersama dalam mendukung kesetaraan gender.
Untuk itu, ia mendorong upaya bersama mengambil tindakan dalam meningkatkan kapasitas dan integritas perempuan.
Senada dengan Putri Koster, Konsul Jenderal Australia Joe Stevens mengungkapkan bahwa suara perempuan bermakna bagi perdamaian karena hampir 50 persen populasi dunia adalah wanita.
Tak hanya itu, dalam sambutannya diplomat senior itu menyoroti perempuan juga masih dihadapkan pada kerentanan, di antaranya meningkatnya krisis iklim dan krisis kemanusiaan yang menyebabkan perempuan dan anak-anak rentan meninggal dunia karena bencana alam dan potensi besar untuk mengungsi.
Beberapa upaya yang perlu dilakukan untuk memperkuat perempuan di antaranya memastikan tersedianya akses yang sama, baik dalam hal kesehatan, pekerjaan hingga ekonomi sosial.
“Kesetaraan gender mendorong kestabilan, kemakmuran dan kawasan yang aman dan memberi manfaat kepada semua,” ucap diplomat wanita itu.
Joe menambahkan pada 2025 negaranya telah meluncurkan strategi kesetaraan di antaranya mengakhiri kekerasan, kesetaraan ekonomi, dan mendukung pendekatan lokal bagi kepemimpinan perempuan.
Sementara itu Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Bali Anak Agung Sagung Mas Dwipayani menilai kesenjangan gender di Bali tergolong yang paling rendah di Indonesia.
Ia mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan indeks ketimpangan gender di Bali pada 2025 menduduki posisi terbaik ketiga nasional dengan realisasi mencapai 0,183.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026