"Pemutaran film Bali tempo dulu yang berjudul `A Balinese Family: The Karmas of Bajoeng Gede` dan `Dance and Trance in Bali` itu disertai dengan diskusi," kata penata kegiatan Bentara Budaya Bali (BBB) Putu Aryastawa di Denpasar, Sabtu.
Ia mengatakan, pemutaran film secara gratis bagi semua pihak yang berminat itu dilaksanakan di BBB Jalan By Pass Prof Dr IB. Mantra No.88 A, Ketewel-Gianyar, pada Minggu (16/6) pukul 18.00 Wita.
Kegiatan tersebut bertujuan menampilkan rupa Pulau Bali pada paruh pertama abad ke-20 dan mendorong apresiasi sekaligus refleksi lebih mendalam dari masyarakat luas terhadap kekinian dan masa depan Pulau Dewata.
Kegiatan yang diharapkan bisa digelar secara berkesinambungan setiap bulan itu, dipadukan dengan diskusi melibatkan para pengamat dan pemerhati budaya, yang akan memaknai perubahan kondisi Bali dari masa ke masa.
Putu Aryastawa menambahkan, dialog mengetengahkan sisi eksotika Bali masa silam dan menyoroti problematik yang menyertai Pulau Bali selama aneka kurun waktu, termasuk kemungkinan refleksinya bagi masa depan.
Berbagai perubahan telah terjadi di Bali, terutama sejak penerapan industri pariwisata yang menyentuh lapis demi lapis tatanan kehidupan masyarakat setempat. (WRA)
Pewarta: Oleh I Ketut SutikaEditor : I Gede Wira Suryantala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.