Denpasar (ANTARA) - PLN melalui Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali menambah pasokan listrik berkapasitas 20 megawatt (MW) di Gardu Induk Kubu, Kabupaten Karangasem untuk menjaga keandalan listrik di Pulau Dewata.

Proses penambahan tersebut didahului dengan proses backfeeding atau uji pemberian tegangan pada fasilitas PLTD di Gardu Induk Kubu, Karangasem.

Manager PLN UP2D Bali Petrus Irwan Ichwansaputra di Denpasar, Kamis menjelaskan, proses backfeeding merupakan tahapan penting yang tidak bisa dilewati.

“Proses ini memastikan seluruh sistem pembangkit dan jaringan benar-benar aman sebelum digunakan secara penuh. Tambahan daya 20 MW ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan listrik Bali tanpa mengabaikan aspek keselamatan,” katanya.

Ia menambahkan suntikan pasokan listrik itu akan memperkuat cadangan daya dan memberikan fleksibilitas dalam pengoperasian sistem.

“Dengan sistem yang lebih kuat, kami dapat menjaga pasokan listrik tetap stabil bagi rumah tangga, pelaku usaha, sektor pariwisata, hingga fasilitas pelayanan publik. Ini penting agar aktivitas masyarakat Bali dapat berjalan nyaman dan lancar,” kata Petrus.

Ia menjelaskan, tambahan pasokan ini sangat dibutuhkan seiring meningkatnya konsumsi listrik, khususnya menjelang periode aktivitas pariwisata yang semakin padat, pertumbuhan usaha lokal, serta kebutuhan listrik masyarakat sehari-hari.

Sebelum pembangkit beroperasi penuh, BUMN itu melakukan serangkaian pengujian teknis secara cermat dan terukur.

Tahap awal dimulai dengan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh instalasi kelistrikan, termasuk peralatan pengaman dan sistem kontrol, guna memastikan semua komponen siap dan aman untuk diberi tegangan.

Selanjutnya dilakukan proses backfeeding, yaitu pemberian tegangan awal dari gardu induk menuju sistem pembangkit.

Pada tahap ini, petugas memantau kondisi kelistrikan seperti tegangan, arus, dan frekuensi untuk memastikan sistem bekerja normal tanpa gangguan dan tahap berikutnya adalah pengujian sistem pengaman.

"Uji ini bertujuan memastikan mekanisme proteksi berfungsi dengan baik jika terjadi gangguan, sehingga dapat melindungi peralatan dan menjaga keandalan sistem secara keseluruhan," ungkapnya.

Setelah itu, pembangkit disinkronkan dengan sistem kelistrikan Bali guna memastikan kesesuaian parameter listrik sebelum daya tambahan disalurkan ke jaringan. Sinkronisasi yang tepat menjadi kunci agar penambahan pasokan listrik berjalan stabil dan aman.

Jika seluruh tahapan dinyatakan memenuhi standar operasional dan keselamatan, pembangkit akan dioperasikan secara bertahap hingga masuk ke kondisi operasi normal.

Menurut Petrus, pelaksanaan pengujian ini menegaskan komitmen PLN dalam menghadirkan listrik yang aman, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Dengan infrastruktur yang semakin kuat, potensi gangguan dapat ditekan sehingga mendukung aktivitas ekonomi dan sosial di Bali.

PLN UP2D Bali memastikan seluruh proses dilakukan sesuai standar teknis dan keselamatan kerja. Upaya ini menjadi bagian dari langkah jangka panjang PLN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Bali serta memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat.



Pewarta: Rolandus Nampu
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026