New Delhi, (ANTARA) - Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India membantah laporan media yang menyebut adanya lima kasus virus Nipah di negara bagian Benggala Barat, dengan menegaskan bahwa hingga kini hanya dua kasus yang terkonfirmasi secara resmi.
Dalam pernyataan tertulisnya pada Selasa, kementerian menyebut beredar angka spekulatif dan tidak akurat terkait penyakit Virus Nipah (NiVD) di sejumlah media.
Berdasarkan laporan yang diterima dari National Centre for Disease Control (NCDC), hanya dua kasus terkonfirmasi yang dilaporkan di Benggala Barat sejak Desember tahun lalu hingga saat ini.
India telah memperketat pengawasan epidemiologis serta meningkatkan kapasitas pemeriksaan laboratorium.
Sebanyak 196 orang yang memiliki kontak erat dengan dua pasien terkonfirmasi telah berhasil diidentifikasi, ditelusuri, dipantau, dan menjalani pemeriksaan kesehatan dan seluruh kontak yang berhasil dilacak tidak menunjukkan gejala dan hasil tes mereka negatif untuk Virus Nipah,” kata kementerian tersebut.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan virus Nipah sebagai salah satu virus paling berbahaya di dunia, dengan tingkat kematian yang tinggi dan hingga kini belum tersedia pengobatan maupun vaksin khusus.
Virus Nipah terutama ditularkan oleh kelelawar buah atau kalong, dengan penularan ke manusia umumnya terjadi melalui konsumsi buah atau produk makanan yang terkontaminasi air liur hewan terinfeksi. Penularan juga dapat terjadi melalui hewan domestik.
