Denpasar (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Muhammad Qodari mengatakan, program pembangunan tiga juta perumahan rakyat yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mampu menggerakkan lokomotif ekonomi rakyat.
"Sektor perumahan sendiri memang bukan hanya 'perumahan' saja, tetapi menjadi lokomotif ekonomi kita. Kalau program perumahan ini berjalan maka ekonomi akan bergerak," kata dia di Denpasar, Bali, Senin.
Untuk diketahui Qodari mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam kunjungan di Mall Pelayanan Publik Denpasar, Bali.
Qodari menjelaskan, pembangunan tiga juta rumah yang menjadi program prioritas Prabowo Subianto tersebut menggerakkan roda perekonomian masyarakat bukan saja di bidang properti melainkan sampai menggerakkan UMKM terutama saat pengerjaan rumah tersebut di berbagai daerah di Indonesia.
"Apalagi program ini melibatkan banyak sektor, kalau tidak salah ada 185 sektor ekonomi yang bisa bergerak mulai dari bangunan sampai UMKM," katanya.
Ia menjelaskan, pembangunan tiga juta rumah merupakan visi Prabowo-Gibran yang ingin menghadirkan hunian layak bagi masyarakat kurang mampu dan berpenghasilan rendah.
Program itu dinilai tidak hanya membantu mengurangi kesenjangan sosial, tetapi juga menciptakan stabilitas sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Dia menilai perumahan merupakan salah satu satu kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi oleh negara karena perumahan muaranya mensejahterakan rakyat Indonesia.
"Kita tahu bahwa kehidupan masyarakat itu harus ada pangan, sandang, perumahan. Kalau sudah bisa makan sehari tiga kali lalu anak bisa sekolah, lalu di atasnya sudah ada atap itu sudah orang kaya. Jadi, supaya rakyat Indonesia ini sejahtera maka perumahan perumahan merupakan prioritas," kata dia.
Meskipun demikian, Qodari menyadari ada banyak aspek yang perlu dibenahi terkait pembangunan rumah.
Dia menyebutkan ada banyak aspek permasalahan yang harus diselesaikan dalam konteks pembangunan perumahan mulai dari pembiayaan, sampai dengan perizinan.
Karena itu, dirinya meminta kerja kolaboratif antara lembaga kementerian negara, kepala daerah maupun pihak swasta.
"Saya tahu persis sejak memantau program ini kolaborasi atau dukungan dari berbagai pihak, sangat diperlukan untuk menyukseskan program perumahan," kata dia.
Pada kesempatan itu, dirinya mengapresiasi semangat dan kolaborasi Mendagri Tito Karnavian dan Menteri PKP Maruarar Sirait yang terjun langsung memantau program tersebut di daerah-daerah.
"Pak Tito sebagai pawangnya itu hadir untuk menunjukkan kepada kepala daerah bahwa ini memang program nasional. Jadi, pembangunan perumahan ini sebagai salah satu program dimana memang kolaborasi antar anggota kabinet terwujud," pungkasnya.
