Denpasar (ANTARA) - Basarnas Bali menemukan seorang pengunjung yang tenggelam di Air Terjun Mangening, Buleleng Gede Angga Putra Pratama (15) dalam kondisi meninggal dunia.
“Korban yang tenggelam di Ajr Terjun Mengening akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan sekitar pukul 10.30 Wita,” kata Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng Basarnas Bali Kadek Donny Indrawan di Denpasar, Jumat.
Dalam keterangan di Denpasar, Kadek Donny menjelaskan jasad pengunjung yang tenggelam itu ditemukan tak lama dari mulainya pencarian hari kedua pukul 09.45 Wita.
Basarnas Bali memfokuskan area pencarian di seputaran bawah air terjun dengan teknik snorkeling, tim SAR sempat terkendala kondisi air terjun yang sangat deras dan air keruh dengan pandangan di bawah permukaan air kurang lebih satu meter.
"Kami melakukan pencarian secara manual, karena target terlihat muncul tenggelam," kata Kadek Donny.
Akhirnya, setelah tubuh korban berhasil dievakuasi, tim SAR membawanya ke darat disambut isak tangis pihak keluarga.
“Sesuai permintaan dari pihak keluarga, korban dibawa menuju rumah duka menggunakan kendaraan dari Polsek Kubutambahan,” ucapnya.
Diketahui pengunjung destinasi bernama Gede Angga Putra Pratama merupakan pemuda asal Banjar Dinas Tegal, Desa Mengening, Buleleng.
Korban tenggelam pada Kamis (20/11) saat berendam di air terjun bersama dua orang lainnya, namun di antara mereka hanya korban yang tidak berhasil diselamatkan.
“Laporan diterima Basarnas pukul 13.40 Wita dari Perbekel Desa Mengening bahwa ada orang tenggelam sekitar pukul 12.00 Wita," kata Kepala Kantor Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya.
Menindaklanjuti laporan permintaan bantuan SAR, diberangkatkan tujuh personel Basarnas Buleleng, karena jarak cukup jauh tim baru tiba setelah dua jam perjalanan.
Pada hari pertama, tim SAR menggunakan Aqua Eye dan menurunkan penyelam yang turun sekitar kedalaman enam meter, namun korban belum berhasil ditemukan hingga akhirnya pagi tadi baru berhasil.
Selain personel SAR Buleleng, dua hari berlangsungnya operasi, Basarnas Bali dibantu Polsek Kubutambahan, Bhabinkamtibmas, Polair Polres Buleleng, Bhabinsa Kecamatan Kubutambahan, BPBD Buleleng, Balawista Buleleng, Bhuana Bali Rescue, pihak keluarga korban, dan masyarakat setempat.
