"Kecak yang merupakan maskot tari Bali merupakan hasil gubahan secara kolaborasi antara seniman Bali I Wayan Limbak (Bedulu, Gianyar) dengan Walter Spies, warga negara Jerman sekitar tahun 1930," katanya di Denpasar, Sabtu.
Guru besar yang juga pengamat seni budaya Bali itu mengatakan, Walter Spies yang bermukim di perkampungan seniman Ubud itu membantu Limbak dan warga Bedulu, Gianyar untuk mengembangkan tari "Sanghyang Kesurupuan", tarian ritual yang merupakan bagian dari budaya jalanan menjadi tari kecak untuk dipentaskan di panggung. (*/M038)
Pewarta: Oleh IK Sutika: M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.