"Sebagai pilar ke empat, media memegang peranan penting untuk menetukan keberhasilan dan kualitas pemilu di tanah air maupun di masing-masing daerah," kata Nasrulah saat membuka pelatihan pengawasan pemilu bagi media massa dan ormas di Ambon, Sabtu.
Dia mengakui peran media tidak bisa dikesampingkan karena jika pemberitaan tentang sebuah masalah negatif maka akan berdampak membangun sentimen negatif di masyarakat.
"Sehebat apa pun penyelenggara bekerja untuk menghasilkan pemilu berkualitas, tetapi tidak didukung pemberitaan media yang positif, maka akan berdampak negatif di masyarakat," katanya.
Dia pun menilai pemilu di Indonesia masih mengecewakan dari yang diharapkan dalam menjalankan demokrasi tersebut.
Begitu pun pilkada di Indonesia selalu mengecewakan. Antara lain, dana untuk pilkada selalu di atas Rp1 miliar bahkan ada beberapa provinsi yang biaya pilkada bisa mencapai Rp1 triliun.
Sehubungan dengan itu, tandas Nasrulah, Bawaslu memiliki kepentingan besar melibatkan partisipasi media dalam pemilu 2014 maupun Pilkada di berbagai daerah melalui pemberitaan yang berimbang dan positif untuk menggalang partisipasi masyarakat. (LHS)
Pewarta: Oleh: Jimmy Ayal: Ni Luh Rhismawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.