Denpasar (Antara Bali) - Kampanye memperjuangkan hari hening sedunia atau "World Silent Day" yang oleh berbagai komponen aktivis lingkungan di Bali ditetapkan 21 Maret 2010 atau setelah Hari Raya Nyepi (16/3), telah mendapat dukungan sekitar 6.800 tanda tangan.


"Aksi memobilisasi dukungan melalui tanda tangan kali ini kami isi dengan kegiatan ngamen, orasi dan membagikan brosur kepada masyarakat," kata koordinator aksi I Gusti Ayu Fransiska Kusuma Dewi dari kolaborasi untuk perubahan iklim "Bali Collaboration on Climate Change" di Denpasar, Minggu.


Sejak pagi para aktivis lingkungan yang tergabung dalam "Kolaborasi Bali" itu melanjutkan aksinya di Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandi kawasan Lapangan Puputan Renon yang hampir setiap hari libur dipenuhi rebutan warga yang berolahraga.


Menurut Siska, panggilan Gusti Ayu Fransiska, pihaknya sengaja menampilkan pentas kesenian ngamen dengan lagu-lagu bertema lingkungan guna menarik perhatian dan menghibur masyarakat sembari meminta dukungan tanda tangan kepada yang bersedia.


Tak heran jika komponen masyarakat seperti kalangan pemuda, komunitas bersepeda di Denpasar, banyak yang tertarik. "Tadi juga banyak wisatawan kalangan pelajar dari Solo, Jawa Tengah, yang membubuhkan tanda tangan dukungan," katanya.


Kolaborasi Bali akan terus memanfaatkan berbagai kesempatan guna menggalang dukungan masyarakat, dengan harapan hingga hari terakhir masa kampanye, tanggal 20 Maret, paling tidak tercapai 10 juta tanda tangan.


Melalui dukungan sedikitnya 10 juta tanda tangan, diharapkan Perserikatan Bangsa Bangsa nantinya bersedia menetapkan "World Silent Day" yang idenya terinspirasi dari pelaksanaan Nyepi oleh umat Hindu di Bali itu.


Gerakan ini akan terus digelar hingga sehari sebelum peringatan hari hening sedunia, dengan berbagai kegiatan. "Rencananya kami gelar kegiatan reli sepeda dan membersihkan sampah di sungai dekat Jalan Hasanudin," ucap Siska.


Dalam kampanye yang berlangsung lebih dari tiga jam itu, terlihat berjalan lancar meskipun ada keterlambatan menyusul penutupan ruas jalan di kawasan itu berkaitan dengan pelaksanaan persembayangan umat Hindu menjelang Hari Raya Nyepi.


Siska menambahkan, sesuai target dari Indonesia diharapkan dapat dihimpun 10 juta tanda tangan, sehingga Kolaborasi Bali masih harus bekerja keras guna mendapatkan dukungan publik tersebut.


Salah satu cara yang dilakukan para aktivis gabungan berbagai LSM di Bali yang peduli lingkungan itu, beberapa di antaranya memakai masker penutup hidung dan mulut.


"Ini salah satu cara kami saja untuk menarik perhatian masyarakat, sehingga tertarik datang dan mendukung kampanye 'World Silent Day," ucapnya.(*)




Editor : Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026