"Sensus ini sangat penting karena menjadi dasar bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan," katanya di Tabanan, Rabu.
Menurut dia, tanpa didukung data yang akurat, kebijakan pemerintah mengenai ketahanan pangan tidak akan tepat sasaran. "Kalau sebelumnya Indonesia sempat swasembada pangan, khususnya beras, maka sekarang justru kita mendapat ancaman krisis pangan," kata putri sulung mantan Bupati Tabanan Adi Wiryatama itu.
Oleh sebab itu, dia meminta masyarakat Kabupaten Tabanan membantu mencarikan solusi agar bangsa ini keluar dari ancaman krisis pangan. "Apalagi di daerah ini juga telah banyak terjadi alih fungsi lahan pertanian sebagai dampak dari meningkatnya jumlah penduduk," kata Wiryastuti.
Di lain pihak, generasi muda sekarang tidak banyak yang menggeluti bidang pertanian akibat banyaknya pilihan lapangan kerja. "Kalau dulu masyarakat bisa menutupi kebutuhan hidupnya dari hasil pertanian, namun belakangan karena tuntutan kehidupan semakin berkembang mereka tidak bisa menggantungkan hidupnya hanya dari sektor pertanian," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Tabanan, Sri Sukiswati, mengatakan, sosialisasi tentang SP Nasional 2013 sudah diawali dengan sosialisasi kepada semua pemangku kepentingan agar sensus berjalan lancar.
"Dengan demikian, kegiatan yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali itu, kami bisa memperoleh data dan informasi yang akurat tentang pertanian," katanya.
Menurut dia, kejujuran dalam memberikan informasi, selain memperlancar pelaksanaan sensus, juga mendukung pengambilan kebijakan yang tepat. (GDE)
Pewarta: Pewarta: Suar Eka BuanaEditor : M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.