"Mencari lahan seluas 3.000 meter persegi di Kota Yogyakarta sangat sulit. Memang ada beberapa alternatif, seperti di Terminal Giwangan, dan kebun pertanian di Tegalrejo. Namun, yang potensial adalah di Terminal Giwangan," kata Kepala Bidang Pengendalian Evaluasi dan Laporan Bappeda Kota Yogyakarta Wahyu Handoyo, Minggu.
Menurut dia, Terminal Giwangan menjadi lokasi alternatif yang cukup potensial untuk dipilih, karena tujuan dari pelaksanaan Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) ini bisa tercapai.
Tingkat polusi udara di lokasi itu, menurut dia cukup besar, karena selain menjadi lokasi transit bus dari dalam dan luar kota, lokasi terminal itu berada di dekat jalan lintar selatan Yogyakarta, sehingga volume lalu lintas kendaraan di kawasan tersebut cukup tinggi.
"Oleh karena itu, pembangunan ruang terbuka hijau di terminal dapat dikembangkan dalam konsep 'green transportation'. Terminal juga bisa dikembangkan sebagai 'hub transportation', atau sebagai terminal pergantian berbagai moda transportasi publik," katanya.
Lokasi terminal, menurut dia, juga dianggap cukup strategis, sehingga ruang terbuka hijau yang nantinya terbangun bisa diakses oleh warga dengan mudah, sehingga fungsinya menjadi optimal. (LHS)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026