Sampah-sampah tersebut dirangkai menjadi karya instalasi yang dapat dinikmati masyarakat dari berbagai kalangan. Mereka mendapatkan sampah dari gerakan bersih-bersih.
Masyarakat yang ikut gerakan itu menjaring sampah yang hanyut di sungai hingga muara. Kemudian mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Undiksha itu mengumpulkannya untuk dirangkai menjadi karya instalasi.
"Aksi ini mesti dimulai dari hal-hal yang kecil secara kontinyu untuk menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat menjadi peduli dengan sampah," kata Pembina Mapala Undiksha Wayan Sudiarta.
Sementara itu Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana akan mengajak pelajar dan mahasiswa di daerah itu lebih aktif lagi dalam mengatasi persoalan sampah. (MDE/M038)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.