Petugas pada Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSUP Sanglah Denpasar, Ni Nyoman Ayu mengatakan, hingga Jumat siang belum ada pasien yang datang berobat terkait adanya bencana alam gempa bumi.
"Belum Pak, belum ada pasien yang datang akibat gempa bumi yang sempat mengguncang daerah ini," kata petugas paramedis di ruang IRD tersebut.
Ia menyebutkan, jika ada korban yang mengalami luka-luka cukup serius akibat bencana alam pasti mereka akan dikirimkan ke RSUP Sanglah untuk mendapatkan perawatan.
"Biasanya kalau ada korban yang mengalami luka-luka akibat bencana, pasti dibawa ke sini, sebab Sanglah merupakan rumah sakit terbesar dengan fasilitas terlengkap di Pulau Dewata," katanya.
Senada dengan Nyoman Ayu, petugas siaga pada Pos Polisi Nusa Dua, wilayah yang paling dekat dengan titik episentrum gempa bumi, mengaku belum mendapat laporan tentang adanya bangunan yang mengalami kerusakan serius akibat bencana tersebut.
Berdasarkan pengamatan petugas di lapangan, sejauh ini juga tidak menemukan bangunan yang roboh dengan jatuhnya korban dari peristiwa yang muncul dinihari itu.
Namun demikian, guncangan yang dirasakan cukup keras sempat membangunkan warga dari tidurnya, selanjutnya ramai berkerumun di jalanan di sekitar perkampungan mereka.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Denpasar disebutkan bahwa gempa yang mengguncang Bali itu terjadi sekitar pukul 02.43 wita dengan kekuatan 6,6 pada Skala Richter (SR).
Titik gempa berada pada episentrum 10.1 derajat Lintang Selatan (LS) dan 113.85 derajat Bujur Timur (BT), yang pusatnya berada sekitar 210 kilometer baratdaya Nusa Dua, Bali.
Gempa itu dirasakan antara 3 dan 4 pada Skala MMI (Modifield Mercalli Intensity) di Karangkates, Jatim, serta 3 MMI di beberapa lokasi Pulau Dewata seperti Denpasar, Badung dan Tabanan.
Selain itu, getaran gempa juga dirasakan di wilayah Lombok, NTB dan Yogyakarta pada 2 Skala MMI, kata petugas.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.