"Kami terpaksa mengurangi jumlah ternak kami, karena selain susah mendapatkan bibit, harganya juga mahal," kata Dewa Putu Merta, salah seorang peternak itik, Selasa.
Merta mengungkapkan, upaya peternak untuk menetaskan sendiri bibit itik, juga tidak bisa maksimal karena pasokan telur juga menurun.
"Mungkin karena banyak itik yang mati akibat flu burung, sehingga jumlah telurnya berkurang. Saya dengar, banyak teman-teman peternak di Jawa maupun Bali beralih ke usaha lainnya," ujar Merta.(GBI)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026