"Dalam ruang cold storage itu tersimpan 54 ton ikan kaleng impor dari India, kami perkirakan 40 ton di antaranya hangus terbakar," kata Kepala Personalia Dan Umum PT BMP, Putu Wibisono, di Negara, Kabupaten Jembrana, Selasa.
Meskipun sebagian besar ikan tersebut hangus terbakar, Putut mengatakan, pabrik di Desa Tegalbadeng Barat tersebut tetap berproduksi dengan menggunakan ikan yang masih tersimpan dalam kontainer sebanyak 27 ton.
"Ikan yang berada dalam cold storage juga kami pilah, mana yang masih bisa digunakan untuk kalengan. Sementara yang rusak akan kami jadikan tepung ikan," ujarnya.
Nilai kerugian dari peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp400 juta, belum termasuk peralatan yang juga rusak. (GBI/ADT)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.