"Kalau dia (politisi -red) tidak populer, tidak dikenal masyarakat, bagaimana rakyat menilai kinerjanya," katanya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.
Rieke menilai rakyat perlu mengetahui wakil mereka, terutama pada saat pencalonan legislatif agar tahu persis siapa yang dipilih.
Pernyataan tersebut menyusul maraknya pendapat yang menyatakan kalangan artis dinilai hanya dari popularitas dengan tidak diimbangi efektivitas kerja di parlemen.
"Jangan generalisasi ketidakefektivan kerja dari latar belakang, terutama anggota parlemen dari dunia 'entertainment' (hiburan -red)," katanya.
Menurut dia, semua warga negara berhak dan memiliki kesempatan yang sama untuk memilih dan dipilih.
"Kalangan artis di DPR itu hanya minoritas. Jangan diskriminatif mengkritik karena politik itu tidak diskriminatif," katanya.
Dia menjelaskan segala hak warga negara dijamin konstitusi. "Jadi siapa pun, termasuk artis berhak menduduki jabatan strategis baik eksekutif maupun legislatif asalkan punya komitmen dan tujuan yang jelas," katanya. (LHS)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.