Vice President Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir di Jakarta, Sabtu mengatakan, saat Natal 2012 dan Tahun Baru 2013, konsumsi BBM jenis premium bersubsidi seperti biasanya kemungkinan mengalami kenaikan.
"Namun, prediksi kenaikannya tidak terlalu signifikan, berkisar 1-2 persen dari konsumsi harian," ucapnya seraya menyebutkan, konsumsi harian premium bersubsidi saat ini sekitar 80.000 kiloliter.
Ali meminta, masyarakat merayakan libur Natal dan Tahun Baru tanpa mengkhawatirkan pasokan BBM. "Stok BBM kita sangat aman," tukasnya.
Pertamina bersama pemerintah, lanjutnya, sudah membentuk satuan tugas pengamanan pasokan BBM yang bertugas sejak 24 Desember 2012 sampai 2 Januari 2013.
Menurut dia, daerah-daerah yang mengalami kenaikan konsumsi BBM tidak sebesar dan meluas seperti pada perayaan Idul Fitri. Pada masa Lebaran, konsumsi premium rata-rata naik 3-4 persen dari kondisi normal.
Saat puncak Lebaran lalu, kenaikannya di atas 30 persen di wilayah tertentu seperti Pantai Utara Jawa. Wilayah yang konsumsi BBM-nya cenderung naik saat Natal antara lain Jakarta, Sumatera Utara, dan Sulawesi Utara.
Sementara, pada Tahun Baru, daerah yang mengalami lonjakan konsumsi antara lain Jakarta dan Bali. "Jadi, seperti tahun-tahun sebelumnya, kami siap menghadapi lonjakan konsumsi BBM saat Natal dan Tahun Baru," ujarnya. (*/T007)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.