"Kami akui belum optimal. Terbukti Riset Kesehatan Dasar Tahun menyebutkan bahwa profil pelayanan kesehatan di daerah kami pada 2011 masih di bawah rata-rata," katanya di Singaraja, Kabupaten Buleleng, Senin.
Hal itu pula, lanjut Bupati, yang menjadikan indeks pembangunan masyarakat Kabupaten Buleleng berada pada urutan 218 dari 440 kabupaten/kota di Indonesia.
Untuk menunjang peningkatan program kesehatan, pihaknya mengundang staf ahli Menteri Kesehatan dr Triyono S untuk membahas rencana menghidupnya kembali"Emergency Medical Service" (EMS) yang merupakan salah satu pelayanan kesehatan melalui konsep Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT).
"Program lama yang mungkin terlupakan seperti SPDGT sebenarnya merupakan pelayanan kesehatan yang sangat penting bagi peningkatan percepatan pembangunan di Buleleng, mengingat masyarakat kini mengharapkan berbagai pelayanan yang serba mudah dan cepat," kata Triyono. (MDE/M038/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.