Denpasar (Antara Bali) - Pemerintah Kota Denpasar, Bali menggelar kegiatan bertajuk melepas matahari 2009, dengan pawai berbagai seni budaya yang dipusatkan di perempatan Patung Catur Muka, Kamis petang.
Koordinator Tim Arti Foundation, Kadek Suardana di Denpasar mengatakan, dalam pementasan kesenian tersebut melibatkan sedikitnya 3.000 seniman dari kota Denpasar dan sekitarnya.
"Kami melibatkan ribuan seniman dari kelompok banjar (dusun) maupun sanggar-sanggar seni tersebar di desa-desa yang ada di Denpasar," kata Suardana.
Ia menambahkan, pawai seni budaya tersebut secara berturut-turut akan dipentaskan di depan panggung kehormatan, antara lain seni pertunjukkan palegongan, jejangeran, barong, wayang wong, kesenian Sunda, Reog Ponorogo, baris tombak serta baris massal.
"Untuk tari baris massal merupakan implementasi dari logo 'sight seeing' yang dijadikan maskot dalam mempromosikan wisata kota berbudaya," ujarnya.
Suardana mengatakan, di Denpasar tradisi tahunan tersebut akan terus diisi dengan berbagai kesenian dan budaya sebagai upaya pelestarian, karena di nilai sejumlah kesenian di kota ini mulai langka.
"Kesenian wayang wong atau wayang orang di Desa Sanur misalnya, kini keberadaannya mulai jarang dipentaskan oleh warga setempat. Bila tidak dilestarikan dengan pementasan pada kegiatan seperti ini, tentu akan punah," kata Suardana yang juga seorang seniman itu.
Sementara Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan, kegiatan pelepasan matahari 2009 untuk menyongsong tahun 2010 sebagai introspeksi diri dalam setahun beraktivitas dan berkarya untuk kehidupan lebih baik.
"Ajang kegiatan ini sebagai introspeksi dalam diri sendiri termasuk juga dalam lingkungan yang lebih luas. Untuk itu kami menyambut baik dan berterima kasih kepada para seniman yang turutserta menyukseskan kegiatan ini," ucapnya.
Dikatakan, dalam roda kehidupan tidak terlepas dari seni budaya yang diwarisi sejak turun temurun. Hal inilah salah satu menjadi daya tarik kepariwisataan Pulau Dewata.
"Keragaman seni budaya yang kita miliki harus dilestarikan sebagai harmonisasi serta keselarasan kehidupan di era globalisasi. Melalui seni budaya menjadikan Bali sebagai destinasi kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik," kata Rai Mantra.
Mesti cuaca di Denpasar mendung, namun ribuan warga masyarakat sudah mulai memadati Lapangan Puputan Badung Kota Denpasar, yang biasa dijadikan lokasi untuk merayakan pergantian tahun tersebut.
Sementara Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena mengatakan, untuk menyongsong detik-detik pergantian tahun 2009 ke tahun 2010 di Lapangan Puputan Badung juga ada hiburan dari berbagai grup musik dan kesenian tradisional.
"Pada pergantian tahun 2009 atau pukul 00:00 Wita ditandai dengan tabuh gong bleganjur dari sejumlah sekaa (kelompok) di kota ini," katanya.***
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026