Kemerosotan perdagangan luar negeri sejak lama sudah dirasakan, namun jumlahnya semakin membesar bahkan mendekati angka sepuluh persen, kata Kasi Ekspor Disperindag Bali, Putu Bagiada, di Denpasar, Rabu.
Ia menyebutkan, perolehan devisa aneka ragam komoditi nonmigas Bali selama Januari-September 2012 bernilai 353,9 juta dolar AS, berkurang 8,59 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2011 yang mencapai 387,2 juta dolar.
Ada beberapa jenis produk yang merupakan komoditas ekspor unggulan dari Provinsi Bali dan mata dagangan tersebut hampir semuanya melorot dalam perolehan devisanya. Seperti Pakaian jadi, tuna, perhiasan perak dan vanili hasil perkebunan rakyat setempat.
Bagiada mengatakan, hanya aneka hasil kerajinan yang tampaknya agak stabil dalam perdagangannya ke pasar ekspor. Ada 17 jenis yang memasuki pasar luar negeri menghasilkan devisa 154,4 juta dolar Januari-September 2012, sebelumnya hanya 150,7 juta dolar.(*/ADT)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.