Denpasar (Antara Bali) - Pekerja di Bali kurang berminat memasuki sektor informal seperti penggali tanah untuk pipa air bersih PDAM dan kabel listrik PLN di jalan raya, kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Pemprov Bali Putu Astawa.

"Sehingga peluang itu banyak diambil alih pekerja dari luar daerah. Padahal sektor informal itu sangat menjanjikan dan mempunyai peran penting dalam menekan angka pengangguran," katanya di Denpasar, Senin.

Ia mengatakan, minat anak muda untuk bekerja di sektor pertanian juga rendah.

Mereka berupaya memilih bekerja sebagai pegawai negeri atau pekerjaan yang kategori ringan namun dengan penghasilan besar.

Kendala lain, katanya, ketersediaan tenaga kerja yang kompeten, yang dibutuhkan sering tidak seimbang, rendahnya daya saing SDM tenaga kerja

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Gede Suarsa pada kesempatan terpisah menjelaskan, hingga Agustus 2012, angkatan kerja di Bali sebanyak 2,31 juta orang, bertambah 58,78 ribu dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 2,25 juta orang.(*/ADT)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026