Nusa Dua (Antara Bali) - Peringatan sepuluh tahun "Bali Process" yang merupakan forum konsultasi masalah penyelundupan dan perdagangan manusia dan kejahatan transnasional terkait, diharapkan dapat meningkatkan kerja sama intelijen antarnegara sebagai bentuk pencegahan.
     
"Setelah sepuluh tahun ini kita sudah cukup matang untuk mengambil langkah kongkrit dalam konteks pembangunan kapasitas dan termasuk berbagi intelejen misalnya jika ada negara asal memiliki informasi intelejen bisa disampaikan kepada negara tujuan atau negara transit," kata Dirjen Hubungan Multirateral Kemenetrian Luar Negeri Hasan Kleib, seusai membuka sesi forum konsultasi tahunan peringatan 10 tahun "Bali Process" di Nusa Dua, Senin.
     
Menurut dia, kerja sama intelijen merupakan upaya untuk mencegah terjadinya penyelundupan dan perdagangan manusia yang saat ini pada tatanan global semakin meningkat.
     
Hasan mengemukakan bahwa berdasarkan laporan dari Federasi Palang Merah Internasional, Masyarakat Bulan Sabit Merah, dan Program Pembangunan PBB (UNDP) menyatakan bahwa sedikitnya 70 juta orang terpaksa menjadi migran dengan 50 juta di antaranya diyakini telah menggunakan jasa penyelundup.
     
Sedangkan 1,4 juta orang dipaksa menjadi pekerja sebagai hasil dari perdagangan manusia. (DWA/T007)


Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026