Kuta (Antara Bali) - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) se-Asia atau Forum Asia menyambut positif ajang pertemuan tahunan kerja sama politik dan demokrasi atau "Bali Democracy Forum (BDF) V" yang telah melibatkan komponen masyarakat sipil.
     
"Kami menyambut baik Pemerintah Indonesia mengundang perwakilan untuk berpartisipasi dalam BDF V ini. Ini merupakan pertama kalinya, Indonesia mengundang forum masyarakat sipil," kata Direktur Eksekutif Forum Asia, Yap Swee Seng di Kuta, Bali, Selasa.
     
Forum Asia sendiri terdiri dari 21 organisasi LSN non-pemerintah dari 14 negara di kawasan Asia. LSM tersebut fokus terhadap kebebasan berekspresi, dan keterbukaan informasi, keamanan, serta pembangunan ekonomi yang adil.
     
Meski BDF telah memasuki usia ke-lima dan ini baru pertama kalinya komponen masyarakat dilibatkan, menurut Yap, seharusnya elemen masyarakat seperti LSM non pemerintah dilibatkan sejak awal.
    
Ketika ditanyai terlambatkah ajakan itu, Yap mengatakan bahwa terlambat masih jauh lebih baik daripada tidak pernah dilibatkan sama sekali.
    
Meskipun demikian keterlibatan LSM Asia itu pada ajang BDF V hanya pada sesi pembukaan pertemuan tahunan yang dijadwalkan akan dihadiri 12 kepala negara dan kepala pemerintahan dari sekitar 73 negara itu.
    
"Untuk tahun ke depan kami harapkan bisa diajak untuk berdiskusi dengan pemerintah. Masyarakat sipil bekerja sama dengan pemerintah untuk mempromosikan demokrasi dan proses demokratisasi di Asia," katanya.(DWA/T007)


Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026