Tabanan (Antara Bali) - Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengimbau masyarakat aktif menyelamatkan lingkungan untuk mengantisipasi meluasnya dampak pemanasan global.

"Upaya pemeliharaan, perlindungan dan pengelolaan lingkungan terutama setelah dilaksanakan penghijauan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, melainkan tanggung jawab kita bersama," kata Pastika dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bali I Nyoman Sujaya saat Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) tingkat Provinsi Bali di Bumi Perkemahan Taman Pujaan Bangsa Margarana, Tabanan, Senin.

Ia menyampaikan pemanasan global telah memicu perubahan iklim sehingga banyak terjadi bencana seperti kekeringan, menurunnya kekayaan hayati dan lainnya yang harus segera antisipasi.

"Melalui gerakan ini, saya mengimbau kepada segenap lapisan masyarakat, baik swasta dan akademisi agar bahu-membahu melakukan aksi rehabilitasi, reboisasi ekosistem Bali serta pemanfaatan air, energi listrik dan bahan bakar secara efesien. Demikian juga mengelola sampah dengan baik sehingga kelestarian dan keseimbangan alam akan segera tercapai," ujarnya.

Kegiatan ini diikuti sekitar 400 orang yang berasal dari pegawai Pemprov Bali dan Pemkab Tabanan, Kwarda Bali dan anggota Pramuka di Kecamatan Marga, Tabanan, masyarakat adat Desa Pekraman Klaci dan Margarana. Mereka menanam bibit cemara, cempaka, kelapa, majegu, glodok tiang, bambu jakarta dan bambu hitam. (LHS/T007)



Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026