"Saya amati calon independen itu gaungnya kurang semangat. Hal itu kemungkinan karena mereka membaca peta politik kita yang jelas didominasi PDIP," kata Oka Wisnumurti di Denpasar, Senin.
Menurut Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Warmadewa Denpasar itu, beberapa figur calon independen sudah muncul di media massa, namun belum ada yang berani mengukuhkan pasangannya secara resmi.
Padahal pilkada yang dijadwalkan digelar serentak pada 4 Mei 2010, sudah mulai memasuki tahapan dan mekanisme pelaksanaan, kata Oka Wisnumurti yang juga mantan Ketua KPU Provinsi Bali.
Dari sembilan kabupaten/kota di Bali, lima di antaranya akan menggelar pemilihan kepala daerah, yakni Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Tabanan, Bangli dan Kabupaten Karangasem.
Menurut dia, calon independen yang sungguh-sungguh ingin maju ke pilkada, seharusnya sejak dini mempersiapkan diri, termasuk mengkalkulasi dukungan masyarakat.
"Mereka tidak mesti melihat siapa lawannya. Sistem pemilihan langsung sangat menguntungkan, asalkan figur pemimpin itu sesuai harapa masyarakat, misalnya bisa merakyat dan jujur. Partai politik hanya kendaraan untuk proses mekanisme," ucapnya.
Karena itu, partai politik yang akan mengusung calon pasangan bupati maupun wali kota, juga membuat perhitungan dan mempertimbangkan kandidatnya.
Hal tersebut, kata Oka Wisnumurti, karena dari pengalaman terdahulu ternyata di sejumlah kabupaten, kader partai yang dijagokan tumbang oleh ketokohan dari calon tersebut.
"Melihat pengalaman seperti itu, maka calon independen sebenarnya berpeluang besar untuk memenangkan pertarungan, asalkan merupakan figur kharismatik dan diterima oleh masyarakat," kata pria asal Desa Siangan, Kabupaten Gianyar ini.
Pilkada sekarang, kata dia, tidak bisa hanya mengandalkan kebesaran partai politik, termasuk juga banyaknya mendudukkan wakilnya di dewan. Tetapi yang terpenting adalah siapa dan bagaimana tokoh yang diusung.
"Masyarakat kita kini sudah semakin cerdas untuk memilih pemimpin. Kalau dulu calon bisa saja mengumbar janji-janji saat kampanye. Tetapi sekarang hal seperti itu belum tentu bisa diterima," ujarnya. (*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.