"Sebagai orang tua, tentu saja kami cemas dengan perkembangan anak kami setelah membaca atau mempelajari buku tersebut. Anak seusia itu kan rasa ingin tahunya besar, kami takut mereka akan berpikir dan berbuat yang macam-macam," kata Ida Bagus Putu Swarama, salah seorang orang tua murid, Senin.
Ia menilai, materi yang terkandung dalam buku pelajaran tersebut, tidak layak diberikan kepada anak yang baru duduk di bangku kelas V SD.
Sementara Dinas Dikporaparbud Jembrana yang dikonfirmasi lewat Kabid Pendidikan Dasar, I Nyoman Wenten mengatakan, pihaknya tidak akan menarik buku pelajaran tersebut.
"Kami rasa isi maupun bahasanya masih normatif, dan layak sebagai pelajaran awal seputar reproduksi bagi murid-murid," katanya.
Menurut Wenten, materi dalam buku Pendidikan Jasmani itu sesuai dengan panduan dari Kementerian Pendidikan Nasional.(GBI/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.