"Jepang menyerap terbanyak hasil kerajinan dari bahan baku kulit dibanding sepuluh negara tujuan pengapalan hasil kreativitas seniman Pulau Dewata itu," kata Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Bali, I Ketut Teneng, di Denpasar, Minggu.
Ia mengatakan bahwa pengiriman hasil kerajinan dari bahan kulit setelah Jepang, disusul Singapura yang menyerap 20,40 persen, Belanda 10,68 persen, Australia 10.40 persen, dan Amerika Serikat 6,16 persen.
Selain itu, juga ke Prancis 4,65 persen, Jerman 1,79 persen, Italia 1,59 persen, Hong Kong 0,93 persen, Inggris 0,73 persen, dan 15,55 persen sisanya ditampung sejumlah negara lainnya.
Ketut Teneng menambahkan, ekspor kerajinan kulit hasil kreativitas seniman dan perajin Bali berupa tas, jaket, sepatu, ikat pinggang dan lainnya itu meningkat 16,66 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 6,13 juta dolar AS.
Demikian pula dari segi volume bertambah 84,79 persen dari 2,94 juta unit pada periode Januari--Agustus 2011 menjadi 5,44 juta unit pada kurun waktu yang sama 2012.
Hal itu mempunyai peran yang cukup strategis karena mampu memberikan andil 2,92 persen dari total ekspor Bali sebesar 318,39 juta dolar AS.(*/T007)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026