Denpasar (Antara Bali) - Bali meraih devisa sebesar 318,396 juta dolar AS dari pengiriman berbagai jenis mata dagangan ekspor selama delapan bulan periode Januari-Agustus 2012.

"Namun perolehan devisa tersebut berkurang 7,81 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 345,37 juta dolar AS," kata Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Sabtu.

Ia mengatakan, perolehan devisa tersebut turun akibat berkurangnya pengapalan berbagai jenis mata dagangan dari Pulau Dewata terkait krisis ekonomi yang melanda sejumlah negara.

Meskipun demikian pengusaha Bali terus bekerja keras melakukan terobosan memasarkan berbagai jenis produk ke negara-negara yang ekonominya mulai membaik dari krisis ekonomi.

I Ketut Teneng menjelaskan, hasil industri kecil di Bali masih bisa memberikan kontribusi sebesar 103,85 juta dolar AS atau 32,62 persen dari total ekspor daerah ini. Hal itu merosot 23,21 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 135,24 juta dolar AS hasil pengapalan ikan dalam kaleng, komponen rumah jadi, produk plastik, sepatu, tas, tekstil dan produk tekstil.

Ketut Teneng menambahkan, kerajinan skala rumah tangga hasil sentuhan tangan-tangan terampil perajin dan seniman Bali mampu menghasilkan 138,37 juta dolar AS atau 43,46 persen dari total ekspor Pulau Dewata. Kondisi itu meningkat 2,82 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 134,58 juta dolar AS.

Selain itu hasil perkebunan menghasilkan 158.357,88 dolar AS, hasil pertanian dan perikanan 69,88 juta dolar AS dan matadagangan lain-lain 6,11 juta dolar AS, tutur I Ketut Teneng.(*/T007)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026