"Tujuan pameran tersebut adalah untuk mengangkat lagi agar sulam tidak punah, terutama supaya anak muda senang mengerjakan dan mengenal sulam," kata Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Ibu Herawati Boediono kepada pers di Istana Wapres Jakarta, Rabu.
Hal tersebut disampaikan saat acara "coffee morning" festival tersebut yang dihadiri sejumlah istri duta besar negara sahabat serta Ketua Panitia Festival Sulam Internasional Triesna Jero Wacik.
Dikatakan Herawati, keindahan sulam Indonesia sesungguhnya sudah dikenal di masyarakat internasional dan kegiatan festival tersebut merupakan upaya agar kerajinan tersebut makin lebih dikenal dan diminati.
Menurut istri Wakil Presiden Boediono itu, sulam Indonesia sudah memiliki kualitas bagus dan bisa mengikuti kemauan konsumen seperti warna dan motifnya, sehingga tidak lagi terlalu tradisional.
"Saat ini yang menggunakan sulam bukan hanya orang tua saja tapi juga anak-anak muda bahkan sulam kita sudah banyak yang laku di pasar internasional," kata Herawati.(LHS)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.