Gianyar, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali, mengabadikan kekayaan kerajinan wastra dan logam yang terdokumentasi dalam sebuah buku yang saat ini memasuki tahap penyempurnaan.
“Buku ini nantinya benar-benar dapat memberikan gambaran yang utuh dan mampu mengakomodasi berbagai pertanyaan yang mungkin muncul,” kata Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar Surya Adnyani Mahayastra di Gianyar, Bali, Senin.
Menurut dia, buku tersebut akan memuat sejarah, teknik, nilai budaya dan perkembangan kerajinan wastra dan logam, termasuk tradisi kerajinan yang tumbuh dan berkembang secara turun-temurun.
Wastra dan logam, lanjut dia, merupakan bagian dari kekayaan budaya sekaligus kekuatan ekonomi masyarakat, sehingga setiap karya memiliki karakter, teknik, sejarah dan nilai filosofi yang perlu terdokumentasi agar pengetahuan tersebut dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Saat ini buku tersebut sudah disusun dan sedang melalui proses validasi dan penyempurnaan, memastikan keabsahan dan ketepatan isinya, sekaligus mendapatkan masukan dan pendapat dari para pihak yang memahami kerajinan secara langsung dalam bedah buku di kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.
Dia menjelaskan pengalaman para perajin dan pelaku usaha menjadi bagian penting dalam proses penyempurnaan, karena memiliki pengetahuan langsung mengenai sejarah, proses produksi, teknik, motif, pengembangan, pemasaran hingga tantangan dalam mempertahankan kerajinan di tengah perubahan zaman.
“Kerajinan bukan hanya tentang seni dan budaya, tetapi juga menyangkut usaha, lapangan pekerjaan dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pelestarian harus berjalan bersama dengan pengembangan ekonomi, inovasi dan peningkatan daya saing, tanpa kehilangan identitas budaya Gianyar,” ujarnya.
Buku tersebut, kata dia, juga menjadi bagian tanggung jawab untuk memastikan kekayaan kerajinan daerah tetap terjaga dan terus berkembang, seiring Gianyar menjadi Kota Kerajinan Dunia pada 2018.
Dia berharap buku itu tidak hanya menjadi arsip, tetapi menjadi rujukan yang kredibel, bermakna dan relevan bagi masyarakat, generasi muda, mahasiswa, akademisi, peneliti maupun pemerintah daerah.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.