Wati pedagang nasi lengko di pasar dadakan pondok pesantren Kempek Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, tempat Munas dan Konbes NU kepada wartawan, Minggu, mengatakan, omzet penjualan nasi lengko meningkat karena makanan tradisional tersebut digandrungi peserta Munas.
"Nasi lengko merupakan olahan makanan sederhana yakni irisan tahu dan tempe yang sudah digoreng kemudian ditambahkan bumbu kacang mirip dengan kupat tahu. Selain murah meriah, menu andalan masyarakat Pantura itu diminati konsumen dari berbagai daerah," kata Wati.
Ia menjelaskan, setiap diselenggarakan kegiatan nasional di Cirebon omzet penjualan naik hingga 200 persen, bahkan kesempatan mudik dan balik Lebaran Idul Fitri merupakan berkah tahunan pedagang nasi lengko di Pantura.
Bahan baku nasi lengko, kata dia, mudah didapatkan karena hanya tahu dan tempe paling utama, ditambah irisan mentimun sehingga sajian sederhana tersebut dapat dijual murah meraih.
Sementara itu Karniyah pedagang lain mengaku, penjualan nasi lengko selama Munas Nu terus mengalami peningkatan karena olahan masakan sederhana tersebut sangat digandrungi ribuan peserta dari berbagai daerah.(*/T007)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.