Salah satu makna Lebaran bagi seorang H Muhammad Akil Mochtar (52) adalah "mengobati rindu" pada keluarga dan kampung halaman di Pontianak, Kalimantan Barat.
"Bagi kami yang bekerja di luar Kalbar, Lebaran ini untuk 'mengobati rindu'," kata hakim Mahkamah Konstitusi itu.
Karena itu, jika Lebaran tiba, Akil selalu menyempatkan diri untuk pulang ke Kalimantan Barat (Kalbar) walaupun hanya beberapa hari.
Seperti pada Idul Fitri 1433 Hijriyah ini, setelah melakukan wisata rohani ke Mekah pada 16 - 22 Agustus, Akil bersama keluarganya tetap pulang ke Pontianak pada Kamis (23/8).
"Suasana Lebaran di Pontianak khan berbeda dengan di Jakarta. Kalau di Jakarta silaturahminya formal, hanya pada hari pertama dan kedua, tapi kalau di Pontianak bisa sampai satu atau dua mingguan," katanya lagi.
Akil pun mengakui, ia lebih senang berlebaran di kampung halaman karena dapat bertemu dengan banyak saudara, kerabat, sahabat atau teman-teman lamanya. Misalnya pada Jumat (24/8) malam lalu, ia menerima tamu teman-teman lamanya dari pukul 23.00 WIB sampai 02.00 WIB dini hari. "Itu sudah bukan 'open house' lagi..., tapi senang bisa bertemu mereka (teman)," katanya.
Momentum Lebaran, menurut Akil adalah momen dimana umat Islam bisa merayakan kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Setelah menyelesaikan puasa, membayar zakat fitrah, shalat Idul Fitri, umat Islam bisa bersilaturahmi bersama keluarga, sahabat, warga atau umat lainnya.
Kegiatan keagamaan atau ibadah dan sosial kemasyarakatan secara bersama-sama ada dalam momen Lebaran.
Jika di tempat lain Lebaran hanya berlangsung pada hari pertama dan kedua, maka di Kalbar bisa hingga sepekan dan dua pekan. Saat Lebaran pun, ia mengaku senang karena bisa menikmati makanan dan kue-kue yang khas dari daerah.
Biasanya, saat Lebaran tiba di rumah yang asri di Jalan Karya Baru No. 20, Kecamatan Pontianak Selatan, sang istri yang bernama Ratu Rita selalu menghidangkan kue lapis khas Kalbar, seperti lapis legit dan lapis belacan yang warnanya mirip terasi. Kemudian makanan seperti lontong dengan sayur lodeh, gulai kambing dan bakso.
Untuk Lebaran tahun ini, Akil Mochtar bersama keluarga tidak dapat menerima tamu di kediaman pribadinya itu, karena rumah tersebut dalam tahap renovasi. "Saya mengontrak rumah di Jl Purnama, Kompleks Purnama Griya nomor 8. Nah tamu-tamu sementara ini berlebaran ke alamat rumah kontrakan itu," katanya menjelaskan.
Karena menjadikan momen Lebaran sebagai "obat rindu", sejak tahun 1999 -- saat pertama menjadi Anggota DPR RI -- Akil Mochtar selalu mudik ke Pontianak.
Namun tidak setiap tahun ke Putussibau tempat dimana ia dilahirkan, karena sebagian keluarga besar di antaranya kakak dan saudara sepupu sudah menetap di Pontianak.(*/T007)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.