"Peningkatan tersebut erat kaitannya dengan semakin bertambahnya kunjungan wisatawan mancanegara yang hendak berlibur ke Pulau Dewata ini," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Ida Komang Wisnu di Denpasar, Minggu.
Ia mengatakan bahwa wisatawan mancanegara yang berlibur ke Bali selama bulan Oktober 2009 tercatat 225.783 orang, atau meningkat 19,31 persen dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya.
"Mereka itu umumnya menggunakan fasilitas hotel berbintang, namun ada sebagian kecil lainnya yang memanfaatkan vila maupun hotel melati," kata dia menjelaskan.
Ida Koman Wisnu menambahkan bahwa dari lima klasifikasi hotel berintang yang ada di Bali, okupansi hotel berbintang tiga paling tinggi, yakni rata-rata mencapai 66,19 persen.
Sedangkan okupansi terrendah adalah hotel berbintang satu, yakni rata-rata 45,82 persen, hotel berbintang dua 50,30 persen, bintang empat 65,46 persen.
Ida Komang Wisnu menjelaskan bahwa wisatawan mancanegara maupun nusantara yang berlibur ke Bali memanfaatkan fasilitas hotel berbintang rata-rata selama 4,21 hari.
Kondisi tersebut meningkat 0,10 persen dibandingkan dengan rata-rata bulan September 2009 yang hanya 4,11 hari. Peningkatan hunian tersebut terjadi pada hotel berbintang satu, tiga dan hotel bintang lima, kata dia.
Ia mengemukakan bahwa hotel berbintang di Kota Denpasar, termasuk kawasan wisata Sanur tercatat paling lama rata-rata dimanfaatkan wisman yakni 4,79 hari.
Sedangkan hotel berbintang di kawasan Kabupaten Badung tercatat paling rendah, yakni rata-rata dimanfaatkan selama 2,69 hari, tutur Ida Komang Wisnu.(*)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.