Ribuan orang meninggalkan rumah mereka dan tetap berada di luar ketika sedikitnya 20 gempa susulan terjadi di daerah itu.
Para pejabat Iran khawatir jumlah korban tewas akan meningkat karena beberapa dari mereka yang terluka berada dalam kondisi kritis, sementara yang lain masih terperangkap di bawah puing-puing dan petugas penyelamat belum bisa menjangkau beberapa desa yang hancur.
Iran terletak di garis-garis patahan besar dan diguncang sejumlah gempa bumi dahsyat dalam beberapa tahun terakhir ini, termasuk gempa 6,6 skala Richter pada 2003 yang mengguncang kota bersejarah Bam di kawasan tenggara yang menewaskan lebih dari 25.000 orang.
Badan gempa AS mengatakan, gempa Sabtu itu berkekuatan 6,4 skala Richter dan terjadi 60 kilometer sebelah timurlaut kota Tabriz di kedalaman 9,9 kilometer. Gempa kedua 6,3 skala Richter di daerah 49 kilometer sebelah timurlaut Tabriz, dekat kota Varzaghan terjadi 11 menit kemudian dengan kedalaman yang sama.
Deputi Menteri Dalam Negeri Iran Hassan Ghadami mengatakan, 153 orang tewas dan pejabat provinsi Khalil Sa'ie menyebutkan bahwa sekitar 1.300 orang cedera, demikian kantor berita semi resmi Fars.(*/T007)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.