"Di dalam MoU itu jelas disebutkan agar Joint Committee merumuskan berbagai hal termasuk konsep kompetisi yang harus dilakukan melalui kongres. Sepanjang konsep baru itu belum ada, maka kompetisi yang ada baik ISL maupun IPL tetap berjalan," ujar La Siya ketika dihubungi, Jumat.
Hal itu dikatakan La Siya setelah melihat sikap ketua umum PSSI Djohar Arifin yang mengatakan bahwa jika kompetisi ISL bergulir maka pihaknya akan melaporkannya kepada FIFA dan AFC.
La Siya menjelaskan, dalam MoU PSSI memang tercantum rencana untuk menyelesaikan dualisme kompetisi yang melibatkan ISL dengan Indonesia Premeir League (IPL).
Namun, menurut MoU itu, hal tersebut bisa berlaku jika Kongres PSSI yang harus bergulir pada tahun 2012 sudah terlaksana dan memutuskan solusi atas masalah dualisme kompetisi.
Selain itu, lanjutnya, untuk membentuk liga baru akan membutuhkan tahapan yang sangat panjang dan tak bisa dilakukan secara serampangan dengan melihat verifikasi keanggotaan kompetisi.
"Siapapun tahu, membentuk liga baru membutuhkan waktu dan tahapan yang panjang. Itu kalau mau membentuk liga yang profesional dan serius. Bukan seperti yang dilakukan Djohar dan kawan-kawan, tanpa persiapan yang jelas dan serampangan mereka melahirkan IPL. Hasilnya, kompetisi berjalan acak-acakan," tegasnya.(*/T007)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026