Denpasar (Antara Bali) - Perkembangan dunia seni dewasa ini tidak lagi dibatasi ruang dan waktu, karena dapat memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang canggih.

"Dengan demikian seseorang tidak lagi hanya bertumpu pada kemampuan manual dalam menghasilkan karya seni," kata I Kadek Suartaya SS.Kar, MSi, dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Minggu.

Ia mengatakan, seniman dalam menghasilkan karya bermutu dapat memanfaatkan berbagai pilihan teknologi yang dapat memberikan berbagai kemudahan.

Meskipun demikian seni tetap eksis mengikuti perkembangan iptek yang pesat tersebut.

Kadek Suartaya menambahkan, dalam perkembangan ke depan iptek akan memegang peran penting dalam proses berkesenian, baik di Indonesia maupun negara-negara maju.

Untuk itu, seniman, mayarakat, bangsa dan negara Indonesia dituntut mampu mengikuti perkembangan iptek, serta berusaha mandiri dalam memanangkan persaingan secara regional, nasional dan internasional.

Kadek Suartaya yang sering memperkuat tim kesenian Bali mengadakan lawatan ke berbagai negara di belahan dunia itu mengingatkan, upaya memenangkan persaingan itu atas dasar kekuatan dan kemampuan sendiri.

Seni sebagai salah satu sumber daya, akan mampu memenangkan persaingan di era global. Untuk itu perlu dikelola dan dikembangkan secara maksimal.

ISI Denpasar sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi seni telah bertekad mencetak lulusan yang mampu memenangkan persaingan yang semakin ketat.

Hal itu sangat penting, mengingat peran seni sangat besar artinya bagi proses pembangunan nasional.

Oleh karena itu ISI Denpasar menitikberatkan pengambangan fungsi institusi, termasuk meningkatkan kualitas peneliti, menciptakan inovasi dan kreasi dalam bidang seni, ujar Kadek Suartaya.*


Editor :

COPYRIGHT © ANTARA 2026