"Berdasarkan data yang kami peroleh dari BPS, jumlah RTS dari 134.804 kepala keluarga (KK) menjadi 180.862 KK," kata Sekretaris Satuan Kerja (Satker) Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Bali, Nyoman Karta, di Denpasar, Senin.
Dia mengatakan, dengan adanya peningkatan jumlah penerima tersebut, maka alokasi beras pun meningkat dari 2.022 ton menjadi 2.712 ton.
Menurut Karta, kenaikan jumlah rumah tangga miskin di Pulau Dewata karena adanya perluasan sasaran yang dilakukan pemerintah pusat sehingga diklasifikasi ulang.
"Dengan adanya pengklasifikasian itu membuat kenaikan penerima pun meningkat, karena ada tambahan kategori dari tiga menjadi empat," ujarnya.
Karta menjelaskan, dulu klasifikasi sasaran penerima adalah warga sangat miskin, miskin dan hampir miskin, sedangkan sekarang bertambah satu, yakni rentan miskin.(IGT/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.