"Kalau ada sesuatu dari krisis ini, industri perbankan nasional kita masih kuat baik dilihat dari segi rasio permodalan, kualitas aset. Sama sekali tidak akan mengalami penurunan yang signifikan," kata Muliman dalam sebuah diskusi yang digelar BNI di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, dari segi jumlah pinjaman luar negeri perbankan Indonesia ke Eropa dan Amerika Serikat jumlahnya tidak terlalu besar yaitu sekitar Rp154 triliun, apalagi jika dibandingkan dengan total aset perbankan nasional yang mencapai sekitar Rp3.000 triliun.
Selain itu, berdasarkan "stress test" yang dilakukan BI belakangan ini, juga terlihat bahwa bila terjadi guncangan akibat krisis di Eropa secara umum daya tahan perbankan nasional masih kuat menghadapinya.
"Hasil 'stress test' menunjukkan bahwa perbankan masih cukup 'resilience' terhadap risiko kredit dan risiko pasar. Namun, perlu diwaspadai potensi penurunan CAR individual bank khususnya terkait pelemahan nilai asset Obligasi Negara dan kenaikan suku bunga rupiah," ucapnya.(IGT)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.