Denpasar (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) memberi masukan empat strategi guna mendongkrak ekonomi Bali tetap tumbuh dan berdaya tahan sebagai mitigasi dari krisis di Timur Tengah (Timteng) yang berdampak terhadap perekonomian global.
“Dari asesmen dengan sejumlah asumsi, kami perkirakan dampak konflik Timur Tengah akan memberi tekanan kepada pertumbuhan ekonomi Bali sebesar 0,05 persen sehingga perlu diwaspadai,” kata Kepala Perwakilan BI Bali Erwin Soeriadimadja di Denpasar, Rabu.
Untuk itu, bank sentral tersebut memberi masukan strategi kepada pemerintah daerah dan pusat agar perekonomian di Pulau Dewata tetap solid, salah satunya melalui program cepat promosi pariwisata di Asia dan Australia.
Dua regional itu merupakan pasar tradisional yang selama ini mendukung kunjungan wisatawan asing dan banyak terkoneksi penerbangan langsung ke Bali.
Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, pasar Asia kecuali ASEAN dan pasar Oseania termasuk Australia menguasai masing-masing 29,36 persen dan 25,84 persen pangsa pasar turis di Bali.
Selain itu, ada Eropa yang menguasai pangsa pasar kedua sebesar 26,14 persen.
Ia menjelaskan pariwisata masih menjadi tulang punggung perekonomian di Pulau Dewata sehingga sejumlah aspek perlu terus diperkuat dan ditangani misalnya isu keamanan, akomodasi ilegal, sampah hingga kemacetan di sejumlah titik tertentu.
Selain sektor pariwisata, strategi kedua yakni realisasi investasi yang perlu didorong karena memberi dampak berlipat kepada ekonomi.
Adapun proyek prioritas daerah 2026 yaitu pembangunan gedung parkir Pura Ulun Danu Batur, Sistem Penyediaan Air Baku Embung Tukad Unda, Jembatan Nusa Lembongan-Nusa Ceningan dan jalan bawah tanah Jimbaran dengan total anggaran diperkirakan Rp788 miliar.
Selain itu, proyek konservasi pantai Kuta, Seminyak, Legian dan konservasi Pantai Candi Dasa Karangasem yang masing-masing diperkirakan tuntas akhir 2026 dengan nilai Rp288 miliar dan pada 2027 dengan nilai Rp518 miliar.
Selain itu, proyek pemerintah pusat yakni sekolah rakyat di Kubu, Karangasem senilai Rp255,5 miliar, Kampung Nelayan Merah Putih di Seraya Timur Karangasem, serta rencana proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik dengan nilai investasi diperkirakan Rp2-2,5 triliun yang ditargetkan beroperasi pada 2027.
Strategi ketiga yakni sektor pertanian sebagai bentuk perluasan sumber pertumbuhan ekonomi selain pariwisata melalui perluasan peran perumda dan regenerasi petani.
Sedangkan strategi keempat yakni digitalisasi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang saat ini terus tumbuh.
Pada 2025, transaksi loka pasar (e-commerce) di Bali mencapai Rp16,32 triliun atau naik dibandingkan 2024 mencapai Rp15,19 triliun.
Sementara itu, jumlah pengguna sistem pembayaran digital berbasis kode bar (QRIS) di Bali per Februari 2026 mencapai 1,15 juta dengan total volume transaksi mencapai 39 juta kali transaksi.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026