Moskow (ANTARA) - Uni Eropa (UE) sedang mengevaluasi semua kemungkinan untuk menghadapi krisis energi, termasuk pembatasan distribusi BBM dan pelepasan tambahan minyak dari cadangan darurat, guna mengurangi dampak konflik di Timur Tengah.

Komisaris Energi UE Dan Jorgensen pada Jumat (3/4) mengatakan kepada Financial Times bahwa UE juga mempertimbangkan penjatahan BBM untuk menghadapi potensi guncangan energi berkepanjangan.

UE tengah menyusun rencana untuk mengatasi konsekuensi struktural dan jangka panjang dari konflik tersebut.

Menurut Jorgensen, langkah itu termasuk "mempersiapkan skenario terburuk," meskipun blok ekonomi tersebut belum sampai pada tahap perlu menjatah produk vital seperti bahan bakar pesawat (avtur) atau solar.

Saat ditanya mengenai kemungkinan pelonggaran aturan avtur untuk meningkatkan impor dari AS atau menaikkan porsi etanol dalam BBM, Jorgensen menyatakan pihaknya belum sampai pada tahap mengubah aturan yang ada.

Ia juga memperingatkan bahwa untuk sejumlah produk yang lebih vital, situasinya diperkirakan akan semakin memburuk dalam beberapa pekan ke depan.

"Kami sedang mempertimbangkan semua kemungkinan, dan semakin serius situasinya, semakin kami perlu mempertimbangkan penggunaan instrumen legislatif," katanya.



Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026