Moskow (ANTARA) - Rencana Israel mengalokasikan lebih dari 350 juta dolar AS untuk membangun 61 permukiman baru di Tepi Barat kembali memicu sorotan terhadap perluasan permukiman yang selama ini ditentang Palestina.

Pembangunan pemukiman baru di Tepi Barat oleh pemerintah Israel adalah salah satu isu paling sensitif dalam konflik berkepanjangan kedua pihak.

Jurnalis Axios, Barak Ravid, Kamis, melaporkan bahwa kabinet Israel diperkirakan akan menyetujui pendanaan bagi puluhan permukiman baru tersebut berdasarkan dokumen arahan pemerintah yang telah ditinjau jurnalis tersebut.

"Kabinet Israel, Kamis, diperkirakan akan menyetujui sebuah rencana untuk mendanai pembentukan 61 permukiman baru di wilayah pendudukan Tepi Barat secara de facto ... Seorang sumber yang mengetahui proposal itu mengatakan pemerintah diperkirakan akan mengalokasikan lebih dari 350 juta dolar AS selama beberapa tahun untuk mengubah 61 permukiman yang baru disahkan dari sekadar rencana di atas kertas menjadi kenyataan," tulis Ravid di platform X.

Menurut laporan itu, anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun kompleks hunian sementara serta berbagai infrastruktur publik. Langkah tersebut disebut sebagai salah satu ekspansi permukiman terbesar yang dilakukan Israel dalam beberapa dekade terakhir.

Pembangunan permukiman Israel di Tepi Barat selama ini menjadi sumber ketegangan antara Israel, Palestina, dan komunitas internasional.

Otoritas Palestina menilai perluasan permukiman sebagai upaya memperkuat kehadiran Israel di wilayah yang mereka klaim sebagai bagian dari negara Palestina di masa depan.

Bagi warga Palestina, pembangunan permukiman baru dipandang dapat semakin mempersempit ruang hidup masyarakat setempat sekaligus memperumit upaya penyelesaian konflik melalui solusi dua negara yang selama ini didukung berbagai pihak internasional.

Sorotan internasional terhadap aktivitas permukiman juga terus meningkat. Pada akhir Mei lalu, Uni Eropa menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah individu dan organisasi yang terlibat dalam pelanggaran hak-hak warga Palestina di Tepi Barat yang terkait dengan aktivitas permukiman Israel.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA



Pewarta: Primayanti
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026