"Dari 15 penghuni klinik rehabilitasi itu, paling banyak adalah kalangan seniman," kata Ketua Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gianyar I Made Pastika, Jumat.
Ia menilai dominasi seniman di klinik tersebut wajar, mengingat Ubud merupakan tempat berkumpulnya para seniman dari berbagai latar belakang, mulai dari pelukis, perupa, hingga penari.
Para seniman yang akrab dengan dunia malam itu memang tidak bisa dipisahkan dengan narkotika dan obat-obatan berbahaya lainnya.
"Meskipun demikian, kasus penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Gianyar relatif kecil dibandingkan dengan daerah lain di Bali," kata Pastika di sela-sela sosialiasi Instruksi Presiden tentang bahaya narkoba di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Gianyar itu.
Walau begitu, pihak BNN setempat terus berupaya melakukan sosialiasi dan upaya pencegahan untuk menekan angka kasus narkoba.(LHS/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.