Denpasar (Antara Bali) - Guru Besar Universitas Udayana Wayan Windia menegaskan organisasi pengairan tradisional dalam bidang pertanian (subak) yang merupakan warisan turun-temurun di Bali dapat berfungsi sebagai pengendali pencemaran air.

"Subak fungsi utamanya membagi air untuk pengairan irigasi secara adil sesuai dengan luasan lahan yang digarap masing-masing petani," kata Prof Dr Wayan Windia, MS yang juga Ketua Badan Penjaminan Mutu Unud di Denpasar, Jumat.

Dengan fungsi itu, seluruh anggota subak otomatis akan turut memantau kondisi air irigasi, termasuk mengantisipasi terhadap indikasi ancaman pencemaran, ujarnya.  

Berbagai pihak, kata dia, kini sedang berupaya mendorong subak untuk bergerak dalam bidang ekonomi dengan harapan mampu memberikan manfaat yang lebih besar kepada petani.

"Dengan masuknya unsur ekonomi kita harapkan akan mampu memperkuat subak  dalam mengangkat harkat dan martabat petani," tutur Prof. Windia.(*/T007)



: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026