Denpasar (Antara Bali) - Kualitas pelaksanaan ujian nasional (UN) tahun 2012 kini mengalami peningkatan dibanding tahun lalu, baik dari segi pengamanan paket soal maupun pengawasaan saat pelaksanaan UN tersebut.
Walau sebelum pelaksanaan UN di Bali pada tingkat sekolah menengah pertama atau madrasah tsanawiyah (SMP/MTs) maupun sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan (SMA/SMK) banyak kalangan yang menyangsikan pelaksanaan UN tersebut dapat berjalan aman dan lancar, sesuai dengan harapan pemerintah.
Bahkan, orang tua dan para siswa-siswi sempat merasakan kecemasan ketika Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan paket-paket soal UN ada lima jenis. Artinya dalam kelas tersebut ada lima macam paket soal yang diberikan kepada peserta ujian tersebut. Hal ini bertujuan agar peluang untuk saling contek tidak ada.
Namun demikian, kecemasan tersebut dapat diredam ketika para wakil rakyat memantau jalannya UN ke sekolah-sekolah bersangkutan, tidak satu pun lembaran jawaban soal ditemukan, termasuk kisi-kisi dari jawaban UN itu.
Itu dibuktikan, ketika kalangan DPRD Bali memantau dan menilai pelaksanaan UN, baik tingkat SMP/MTs maupun tingkat SMA/SMK tidak ditemukan ada indikasi pembocoran kunci jawaban soal.
"Saya pantau pelaksanaan UN SMP/MTs dan SMA/SMK tak ditemukan kasus pembocoran kunci jawaban soal, dibanding tahun lalu. Sehari sebelum UN digelar sudah ada kisi-kisi kunci jawaban. Entah itu benar atau tidak, saya tidak tahu," kata Hening Puspita Rini, anggota Komisi IV DPRD Bali.
Menurut dia, pelaksanaan UN kali ini ada peningkatan cukup tajam, dengan demikian diharapkan kualitas lulusan akan lebih baik.
"Saya harapkan kualitas lulusan masing-masing sekolah tahun ini akan lebih baik. Karena Bali telah mendapatkan kategori lulusan terbaik pada tahun 2011. Karena itu peringkat terbaik itu minimal bisa dipertahankan," ujarnya.
Hening Puspita lebih lanjut mengatakan, kalau dari kesiapan mental para siswa-siswi peserta UN tahun ini lebih mantap. Itu terlihat para siswa tidak ada sampai cemas menghadapi ujian akhir tersebut.
"Sebenarnya UN tak perlu dicemaskan, karena soal-soal materi ujian pasti tidak jauh dari pelajaran yang selama ini dipelajari di sekolah bersangkutan," ucapnya.
Berdasarkan data dari Disdikpora Bali, tercatat 59.104 orang siswa meliputi 59.068 siswa SMP/MTs dan 36 siswa SMP-LB mengikuti UN tersebut.
Sementara berdasarkan data Disdikpora Kota Denpasar, peserta UN SMP/MTs di Kota Denpasar tercatat 11.375 orang siswa.
Begitu juga data Disdikpora Provinsi Bali, peserta UN untuk SMA sebanyak 30.219 orang dan SMK 21.059 orang. Sedangkan peserta di Kota Denpasar untuk SMA sebanyak 5.584 orang dan SMK 5.852 orang.
Dewan Pendidikan
Sebelumnya, Ketua Dewan Pendidikan Denpasar Putu Rumawan Salain mengimbau semua sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah (SMP/MTs) yang menyelenggarakan UN agar tidak ada lagi melakukan praktik curang, seperti memberikan kunci jawaban pada siswa secara diam-diam.
"Cukup sudah hal-hal seperti itu. Itu sangat buruk karena akan menjerumuskan siswa tersebut," kata Rumawan.
Menurutnya, pemberian jawaban pada siswa sulit dibuktikan secara langsung. Namun, hal itu dapat dilihat dari prosentase rata-rata nilai siswa yang ada dalam satu sekolah relatif sama.
"Kalau ada seperti itu, mereka dari mana mendapatkan jika tidak dari satu sumber. Maka dari itu, kami minta lebih bijaksana. Jangan hanya semata mengejar tingkat kelulusan saja. Tapi, pikirkan juga nasib anak setelah lulus," kata dosen Universitas Udayana itu.
Selain sekolah, kata dia, pihaknya juga menyoroti pemerintah terutama Disdikpora yang harus ikut mengawasi jalannya ujian, jangan malah memberikan beban pada sekolah.
Hingga saat ini, Rumawan mengaku belum menemukan kasus laporan kecurangan terkait UN ini.
"Selama ini kami Dewan Pendidikan tetap memantau di sekolah-sekolah. Sehingga pelaksanaan UN SMP/MTs ini dapat berjalan lebih baik dari pada UN SMA/SMK sebelumnya," kata dia.
Sementara itu, Kepala Disdikpora Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, pelaksanaan UN SMP sudah berjalan aman dan lancar.
"Pelaksanaan UN di Kota Denpasar berlangsung aman dan lancar, meski sempat ada kendala kekukrangan lembar jawaban komputer (LJK) seperti yang terjadi di SMPN 3 Denpasar, namun telah diatasi oleh pihak sekolah bersama panitia UN," katanya.
Ia menyebutkan, siswa yang mengikuti UN berjumlah 11.375 orang tersebar di 58 SMP negeri dan swasta terdiri dari 12 SMP negeri dan 46 swasta.
Pelaksanaan UN digelar selama empat hari hingga Kamis (26/4) dengan empat mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Kekurangan LJK yang terjadi di SMPN 3 Denpasar, Eddy Mulya mengatakan, telah diatasi oleh kepala sekolah setempat sesuai dengan prosedur operasi standar yang dapat menggunakan lembar jawaban dengan kertas HVS yang telah disahkan oleh pengawas dan panitia independen.
Pada saat penilaian pengawas independen dan panitia melakukan pemindahan lembar jawaban yang telah disahkan tersebut ke LJK, sehingga dapat dilakukan penilaian.
Pemindahan lembar jawaban dari kertas HVS ke LJK ini menurut terjadwalkan setelah pelaksnaan UN itu berlangsung sehingga dapat dilakukan penilaian.
"Kita yakin bahwa memiliki kewenangan sampai pengumpulan kolektif lembar jawaban kepada panitia induk, tentu kewenangan itu ada di panitia induk dalam hal ini Disdikpora Provinsi Bali dan pengawas independen," kata Eddy Mulya.
Paket UN SMP diamankan
Demi keamanan paket UN untuk sekolah SMP/MTs se-Bali sebelum pelaksanaan disimpan di GOR Praja Raksaka, Kompleks TNI Kodam XI/Udayana di Kepaon, Kota Denpasar.
Paket soal ini dikirim oleh percetakan PT Macom Grafis, Jawa Tengah melalui jalan darat dengan menggunakan satu mobil kontainer yang dikawal aparat kepolisian.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, Anak Agung Ngurah Gde Sujaya mengatakan, paket soal UN SMP/MTs dan SMP Luar Biasa (LB) ini tidak terjadi kesalahan teknis lagi, seperti halnya dengan paket soal UN SMA/MA, dan SMA-LB serta SMK.
Jika pun masih terjadi, kata dia, diharapkan dapat diatasi secara cepat, sehingga pelaksanaan UN dapat berjalan dengan baik dan lancar.
"Ini kita harapkan siswa-siswi peserta UN tidak dirugikan," kata Sujaya.
Sujaya lebih lanjut mengatakan, secara global evaluasi pelaksanaan UN SMA/MA dan SMA LB serta SMK se-Bali relatif aman dan terkendali, meski disejumlah sekolah sempat terjadi kendala teknis kekurangan paket soal dan salah kirim paket soal.
"Namun semua itu dapat diatasi dengan cepat melalui foto kopi dengan pengawasan dari panitia," ucapnya.
Begitu juga untuk memberi jaminan keamanan pendistribusian paket soal UN SMP/MTs ke sekolah bersangkutan tetap dikawal super ketat oleh tim dari Disdikpora Bali, Tim Pengawas UN dari Universitas Udayana serta aparat kepolisian.
Paket soal ini digunakan oleh 59.068 pelajar SMP/MTs dan 36 peserta SMP-LB. Pelaksanaan UN diawali dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, disusul hari kedua mata pelajaran Bahasa Inggris, dan hari ketiga Matematika dan hari terakhir mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Lembaran jawaban rusak
Disdikpora Provinsi Bali mencatat 378 lembar jawaban peserta UN SMA/SMK se-Bali yang rusak dan dikerjakan pada kertas HVS disalin kembali ke lembar jawaban komputer (LJK) yang utuh dan asli.
Menurut Kepala Disdikpora Bali Drs Anak Agung Ngurah Gde Sujaya MPd mengatakan, ke-378 lembar jawaban peserta UN SMA/SMK yang disalin kembali ke LJK yang utuh dan asli itu, karena tidak terbaca saat proses pemindaian (scaning) disebabkan karena salah pensil, LJK miring, dan rusak (terlipat).
"Termasuk yang sebelumnya dikerjakan peserta UN SMA/SMK pada kertas HVS karena tidak kebagian LJK saat UN," katanya.
Menurut dia, penyalinan lembar jawaban itu merupakan komitmen penyelenggara UN agar peserta tidak sampai dirugikan karena gara-gara harus menggunakan LJK yang rusak atau menggunakan kertas HVS.
Jawaban yang sudah dibuat peserta UN SMA/SMK itu dipindahkan sesuai aslinya. Tentu dalam pemindahan itu petugas tidak boleh memperbaiki jawaban
Dikatakan, penyalinan ini dilakukan dengan harapan jawaban siswa bisa dibaca dengan baik saat pemindaian.
"Kami jamin tidak ada kecurangan dalam penyalinan ini, karena sudah diawasi betul oleh unsur kepolisian, penyelenggara UN dan unsur tim kerja pengawas (TKP) UN dari Univeristas Udayana," kata Sujaya didampingi Kabid Pengkajian dan Pengembangan Disdikpora Bali Wayan Suarna.
Ia menjelaskan, dari 378 lembar jawaban peserta UN SMA/SMK yang mesti disalin kembali ke LJK yang utuh itu berasal dari sejumlah peserta UN SMA/SMK di Bali.
Untuk lembar jawaban peserta UN SMA yang disalin kembali ke LJK asli karena rusak terbanyak di SMAN 8 Denpasar dan SMAN 1 Kerambitan, Kabupaten Tabanan.
Di dua sekolah itu disalin masing-masing 40 lembar jawaban siswa ke LJK asli untuk mata pelajaran matematika (program IPA). Berikutnya, dari SMAN 1 Kediri, Tabanan sebanyak 34 lembar untuk mata pelajaran matematika (program IPA).
Sisanya ada dari sejumlah SMA kabupaten dan kota se-Bali dengan jumlah bervariasi antara dua hingga 20 lembar jawaban. Termasuk yang sebelumnya dikerjakan peserta UN di kertas HVS karena tidak kebagian LJK saat UN, seperti di SMAN 2 Denpasar sebanyak enam siswa pada mata pelajaran bahasa Prancis.
Sementara untuk lembar jawaban peserta UN SMK yang disalin sebanyak 95 lembar, terbanyak dari SMK PGRI 1 Badung yakni 61 lembar dalam mata pelajaran bahasa Inggris.
Sementara itu, SMKN 4 Denpasar tercatat 19 lembar untuk mata pelajaran bahasa Indonesia. Seperti diberitakan sebelumnya, dalam pelaksanaan UN SMA/SMK belum lama ini, selain terdapat kekurangan naskah, juga banyak LJK yang rusak (terlipat) dan bahkan ada yang sampai kurang.
Karena itu, penyelenggara UN segera mengambil solusi darurat dengan memfoto kopi naskah UN dan LJK yang kurang menggunakan kertas HVS karena tidak tersedia LJK cadangan.
Namun, kata dia, baik penyelenggara maupun tim pengawas UN memberi garansi bahwa peserta UN SMA/SMK yang kebetulan mendapatkan lembar jawaban LJK yang rusak, terlipat dan sejenisnya atau terpaksa menjawab pada kertas HVS, tidak akan dirugikan.
"Petugas akan memindahkan jawaban peserta UN pada LJK yang telah disediakan, sehingga bisa dibaca dengan baik oleh komputer saat memindai," katanya.(I020)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.