"Kami tidak dapat izin dari Lapas untuk menggelar kampanye simpati," kata Made Supardjo selaku koordinator Tim Pemenangan Tutik-Nova.
Setelah gagal berkampanye di Lapas, pasangan nomor urut dua itu akhirnya menggelar kampanye di sejumlah pasar tradisional di kabupaten paling utara Pulau Bali itu.
Pasangan tersebut mengerahkan massa pendukungnya untuk konvoi dengan menggunakan kendaraan bermotor. Para pendukung pasangan itu bergerak dari Pasar Seririt menuju Pasar Banjar dan Pasar Banyuasri.
Sementara Tutik sendiri bergerak dari Pasar Sangsit menuju Pasar Anyar yang merupakan pasar tradisional terbesar di Kota Singaraja. Selanjutnya Tutik bertemu dengan Nova di Pasar Buleleng, Jalan Mayor Metra, Singaraja.
"Melalui kampanye damai ini, kami juga menerima keluhan dari masyarakat, baik yang ada di pasar maupun rumah sakit," katanya.(MDE/M038/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.