"Sekarang orang Bali lebih condong memakai bahasa daerahnya untuk bahasa lisan, bukan bahasa tulis. Di ranah formal pun penggunaannya sudah terdesak oleh bahasa Indonesia," katanya saat menjadi pembicara dalam seminar internasional di Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, Selasa.
Menurut dia saat ini memang keadaan sosio linguistik bahasa Bali masih dalam kategori aman. Namun, jika tidak dilakukan upaya perencanaan bahasa dengan sungguh-sungguh, keadaannya bisa mengarah pada titik rawan kepunahan.
"Supaya tidak sampai menjadi parah, bahasa Bali hendaknya lebih banyak diarahkan pada ranah formal dengan memperbanyak karya-karya tertulis. Termasuk juga memperluas penggunaannya di saat jam pelajaran sekolah," ucap Mayuko yang pendidikan strata I hingga strata III mengambil penelitian di bidang bahasa dan sastra Bali itu.
Apalagi, berdasarkan hasil penelitiannya, masyarakat di Pulau Dewata dalam kehidupan sehari-hari masih menggunakan bahasa Bali yang dicampur dengan bahasa Indonesia.
Sementara itu, Rektor IHDN Denpasar Prof Dr I Made Titib mengatakan, para mahasiswa IHDN yang mengambil jurusan bahasa dan sastra agama dengan konsentrasi bahasa Bali, mulai 2013 diharuskan menulis skripsi menggunakan bahasa Bali.(LHS)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.