Denpasar (Antara Bali) - Prosesi ritual Melasti atau Mekiyis, yakni penyucian benda sakral terkait perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1934 dapat dilaksanakan dalam tiga hari, antara 20-22 Maret 2012.

"Pelaksanaan upacara Melasti itu disesuaikan dengan kesempatan dan tradisi masing-masing desa pekraman (desa adat) sesuai kesepakatan prajuru desa adat," kata Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali I Gusti Ngurah Sudiana, di Denpasar, Senin.

Ia mengatakan prosesi ritual tersebut bermakna untuk membersihkan "pratime" atau benda yang disakralkan, mengawali perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1934 yang jatuh pada hari Jumat 23 Maret 2012.

Kegiatan tersebut dapat dilakukan ke laut bagi masyarakat yang bermukim di dekat pantai, ke danau untuk warga yang tinggal di daerah pegunungan dan bisa juga di sumber mata air bagi masyarakat yang jauh dari laut maupun gunung.

Seperti masyarakat Desa Adat Ole, Desa Marga Dauh Puri, Kabupaten Tabanan, memilih menjadwalkan ritual Melasti pada Rabu (21/3) dengan memilih sumber air di bagian utara banjar atau dusun setempat.

Setelah Melasti, disusul ritual "Bhatara Nyejer" di Pura Desa/Bale Agung di desa adat masing-masing, dilanjutkan dengan "Tawur Kesanga" atau persembahan kurban pada Kamis (22/3), sehari menjelang Nyepi.(*/T007)



: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026