Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Wali Kota Malang, Jawa Timur, Wahyu Hidayat mengajak warga setempat untuk menjaga toleransi sesama umat beragama selama berlangsungnya Hari Raya Nyepi 2026.

Usai menghadiri Tawur Agung Kesanga di Lapangan Rampal, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu, Wali Kota Wahyu mengatakan semangat menjaga toleransi yang ditunjukkan oleh warga Kota Malang telah mendapatkan apresiasi oleh Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri pelaksanaan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana beberapa waktu lalu.

"Toleransi antar-umat beragama di Kota Malang ini diapresiasi dan disambut baik oleh Bapak Presiden. Maka dari itu mari bersama-sama saling menjaga dan menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi," kata Wahyu.

Terlebih pelaksanaan Nyepi 2026 juga berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/Lebaran 2026.

Menurut dia, momen Idul Fitri dan Nyepi pada dasarnya memiliki hakikat yang sama, pengendalian diri dari hawa nafsu, disiplin, dan memerangi kejahatan.

Maka dari itu, lanjut dia,  nilai tersebut harus benar-benar dijadikan pedoman seluruh masyarakat agar senantiasa menjunjung tinggi toleransi demi persatuan, melalui langkah meredam gejolak yang bisa memicu terjadinya perpecahan.

"Kita bersama-sama sebagai penghuni di alam Indonesia ini dan merupakan satu keluarga besar yang mempunyai beraneka ragam suku, bangsa, budaya, agama," ujarnya.

Sementara itu Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Malang I Made Wartana menyampaikan Tawur Agung Kesanga menjadi rangkaian dari pelaksanaan Hari Raya Nyepi setelah sebelumnya dilaksanakan upacara Melasti pada Sabtu (14/3) di Pantai Balekambang.

Dalam acara Tawur Agung Kesanga, umat Hindu di Kota Malang juga melaksanakan pawai dan pembakaran ogoh-ogoh sebagai cerminan menetralisir energi negatif.

Dia berharap setelah Tawur Agung Kesanga akan tercipta Tri Hita Karana, yakni hubungan harmonis antara manusia dengan pencipta, hubungan harmonis antara manusia dengan manusia, dan hubungan harmonis antara manusia dengan alam semesta.

"Maka masuk fase utama yakni Catur Brata Penyepian yang dimulai 19 Maret. Dalam Nyepi diharuskan berpuasa dan tidak melakukan kegiatan apapun selama 24 jam sehingga menyatu dengan dan merefleksikan diri kepada sang pencipta, agar ke depan bisa menjadi pribadi lebih baik," kata dia.

Ia menyampaikan setelah melaksanakan Nyepi akan diselenggarakan upacara Ngembak Geni pada Jumat (20/3) di Candi Badut, Kabupaten Malang.

"Ngembak Geni menandai kembalinya aktivitas normal setelah seharian melaksanakan Catur Brata Penyepian," tuturnya.



Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026